Eksepsi Puisi "Anak Si Miskin dan Ayam Goreng Tetangga" vs "Monolog Sunyi"

Pada tanggal 12 Desember 2008 bertempat di Samarinda, Kalimantan Timur telah terbit sebuah Eksepsi Puisi yang buat oleh Shah Kalana Al-Haji yang bercerita tentang sebuah karya sastranya yang berjudul "Anak Si Miskin dan Ayam Goreng Tetangga" (ASMAGT) yang dituduh sebagai karya plagiat, saduran, mekaran, tindasan, paste,dll, dari sebuah karya sastra yang berjudul "Monolog Sunyi" (MS) (1998) karya Intan Sari L. Izwar (ISLI) terbitan Bojong Kunci Pamengpeuk Bandung dan nota bene Kota Bandung adalah salah satu kota basis sastra nasional

Berikut puisi dari Monolog Sunyi dan Anak Si Miskin dan Ayam Goreng Tetangga :

"Monolog Sunyi"
Karya Intan Sari L Izwar


Mak,
lapar…!
Kenapa kita tidak bisa makan seperti orang
yang di dalam rumah berdinding kaca?

Mak, dingin…!
Kenapa kita tidak bisa tidur di atas permadani
busa?

Mak,
Panas…!
Kenapa kita tidak bisa berteduh di istana?

Mak,
Capek…!
Kenapa kita tidak bisa naik mobil kemana suka?

Mak,
Jawablah…!
Kenapa sudah tiga hari, Mak tidak bangun-bangun
juga…?
Surakarta, Mei 1998

Sedangkan puisi ASMAGT ada beberapa versi karena sejak mulai di publikasikan di UMSI sampai sekarang ASMAGT mengalami revisi penulisan namun isi dan format tidak berubah, cermati saksama versi-versi ASMAGT berikut :
1. ASMAGT versi terbitan 2006 penyair mengunakan nama SHAH KALANA ALHAJI

"Anak Si Miskin dan Ayam Goreng Tetangga"

aduh mak perutku lapar
tadi aku lihat tetangga potong ayam
sekarang aku mencium wanginya mak

aduh mak harumnya
apa kita akan diberi sepotong dua
nantinanti beli ayam juga ya mak

aduh mak suaranya
enaknya kalau dimakan lagi panaspanas
dengar dengarkan suara gorengannya mak

aduh mak aku tidak bisa tidur
nantilah aku tidur kutunggu saja
siapa tahu tetangga ingat kita mak

aduh mak baunya
bila saja tetangga tahu kita bangun
bisa jadi kita makan kakinya atau kepalanya mak

aduh mak jika bapak ada
bapak bisa bawa ayam terus
kitakita boleh makan besar seperti mereka ya mak

aduh mak mereka makan
kenapa mereka tak tahu kalau kita lapar juga
andai saja ada sisanya aku tunggu mak

aduh mak kita tak diberi
lahap sekali tetangga makan
kita tidak diberi barang sedikit walaupun sisa mak

aduh mak anjingnya ikut makan
kenapa ya tetangga lupa sama kita
enak jadi anjing saja tidak akan kelaparan mak

aduh mak biar aku tunggu
biar saja bekasbekas anjing itu aku tunggu
barangkali anjing tetangga ingat sama kita mak

aduh mak aku tidak kuat
perutku jadi berbunyi dan liurku menetes
kalau tetangga datang bangunkan aku mak

1996

2. ASMAGT versi terbitan awal dipublikasikan di UMSI RRI Nusantara III Banjarmasin antara tahun 1996-1997. Penyair mengunakan nama MAYAR A. SHAURA

"Anak Si Miskin dan Ayam Goreng Tetangga"

Aduh mak, perutku lapar!
Tadi aku lihat tetangga potong ayam.
Sekarang aku mencium wanginya, mak!


Aduh mak, harumnya!
Apa kita akan diberi sepotong dua.
Nanti-nanti beli ayam juga ya, mak!

Aduh mak, suaranya!
Enaknya kalau dimakan lagi panas-panas.
Dengar-dengarkan suara gorengannya, mak!

Aduh mak, aku tidak bisa tidur!
Nantilah aku tidur kutunggu saja.
Siapa tahu tetangga ingat kita, mak!

Aduh mak, baunya!
Bila saja tetangga tahu kita bangun.
Bisa jadi kita makan kakinya atau kepalanya, mak!

Aduh mak, jika bapak ada!
Bapak bisa bawa ayam terus.
Kita-kita boleh makan besar seperti mereka ya, mak!

Aduh mak, mereka makan!
Kenapa mereka tak tahu kalau kita lapar juga.
Andai saja ada sisanya aku tunggu, mak!

Aduh mak, kita tak diberi!
Lahap sekali tetangga makan.
Kita tidak diberi barang sedikit walaupun sisa, mak!


Aduh mak, anjingnya ikut makan!
Kenapa ya tetangga lupa sama kita.
Enak jadi anjing saja tidak akan kelaparan, mak!

Aduh mak, biar aku tunggu!
Biar saja bekas-bekas anjing itu aku tunggu.
Barangkali anjing tetangga ingat sama kita, mak!

Aduh mak, aku tidak kuat!
Perutku jadi berbunyi dan liurku menetes.
Kalau tetangga datang bangunkan aku, mak!

1996

3. ASMAGT versi terbitan 1997 yang dibacakan pada aksi protes Mahasiswa Faperta UVAYA Banjarbaru penyair mengunakan nama MAYAR A. SHAURA

"Anak Si Miskin dan Ayam Goreng Tetangga"

Aduh Mak, perutku lapar!
Tadi aku lihat tetangga potong ayam
Sekarang aku mencium wanginya, Mak!

Aduh Mak, harumnya!
Apa kita akan diberi sepotong dua
Nanti-nanti beli ayam juga ya, Mak!

Aduh Mak, suaranya!
Enaknya kalau dimakan lagi panas-panas
Dengar-dengarkan suara gorengannya, Mak!

Aduh Mak, aku tidak bisa tidur!
Nantilah aku tidur kutunggu saja
Siapa tahu tetangga ingat kita, Mak!

Aduh Mak, baunya!
Bila saja tetangga tahu kita bangun
Bisa jadi kita makan kakinya atau kepalanya, Mak!

Aduh Mak, jika bapak ada!
Bapak bisa bawa ayam terus
Kita-kita boleh makan besar seperti mereka ya, Mak!

Aduh Mak, mereka makan!
Kenapa mereka tak tahu kalau kita lapar juga
Andai saja ada sisanya aku tunggu, Mak!

Aduh Mak, kita tak diberi!
Lahap sekali tetangga makan
Kita tidak diberi barang sedikit walaupun sisa, Mak!

Aduh Mak, anjingnya ikut makan!
Kenapa ya tetangga lupa sama kita
Enak jadi anjing saja tidak akan kelaparan, Mak!

Aduh Mak, biar aku tunggu!
Biar saja bekas-bekas anjing itu aku tunggu
Barangkali anjing tetangga ingat sama kita, Mak!

Aduh Mak, aku tidak kuat!
Perutku jadi berbunyi dan liurku menetes
Kalau tetangga datang bangunkan aku, Mak!

1996


4. ASMAGT versi terbitan 1998 yang disebarkan pada unjukrasa Gerakan Mahasiswa GEMPUR Total - SOMURR Total - GEMPAR Total di Banjarbaru-Banjarmasin penyair mengunakan nama MAYAR A. SHAURA dan EMMET

"Anak Si Miskin dan Ayam Goreng Tetangga"

Aduh mak, perutku lapar
Tadi aku lihat tetangga potong ayam
Sekarang aku mencium wanginya, mak!

Aduh mak, harumnya
Apa kita akan diberi sepotong dua
Nanti nanti beli ayam juga ya, mak!

Aduh mak, suaranya
Enaknya kalau dimakan lagi panas-panas
Dengar dengarkan suara gorengannya, mak!

Aduh mak, aku tidak bisa tidur
Nantilah aku tidur kutunggu saja
Siapa tahu tetangga ingat kita, mak!

Aduh mak, baunya
Bila saja tetangga tahu kita bangun
Bisa jadi kita makan kakinya atau kepalanya, mak!

Aduh mak, jika bapak ada
Bapak bisa bawa ayam terus
Kita kita boleh makan besar seperti mereka ya, mak!


Aduh mak, mereka makan
Kenapa mereka tak tahu kalau kita lapar juga
Andai saja ada sisanya aku tunggu mak!

Aduh mak, kita tak diberi
Lahap sekali tetangga makan
Kita tidak diberi barang sedikit walaupun sisa, mak!

Aduh mak, anjingnya ikut makan
Kenapa ya tetangga lupa sama kita
Enak jadi anjing saja tidak akan kelaparan, mak!

Aduh mak, biar aku tunggu
Biar saja bekas-bekas anjing itu aku tunggu
Barangkali anjing tetangga ingat sama kita, mak!

Aduh mak, aku tidak kuat
Perutku jadi berbunyi dan liurku menetes
Kalau tetangga datang bangunkan aku, mak!

1996


5. ASMAGT versi terbitan 2001 penyair mengunakan nama MAYAR A. SHAURA. Pada edisi ini bait 10 (huruf tebal miring) dihilangkan, dan naskah satu-satunya yang dijilidbukukan 95% hangus terbakar. Dokumen buku yang terbakar beserta arangnya masih tersimpan rapi di sekretariat FBGK Samarinda.

"Anak Si Miskin dan Ayam Goreng Tetangga"

Aduh mak, perutku lapar!
Tadi aku lihat tetangga potong ayam
Sekarang aku mencium wanginya, mak

Aduh mak, harumnya!
Apa kita akan diberi sepotong dua
Nanti-nanti beli ayam juga ya, mak

Aduh mak, suaranya!
Enaknya kalau dimakan lagi panas-panas
Dengar dengarkan suara gorengannya, mak

Aduh mak, aku tidak bisa tidur!
Nantilah aku tidur kutunggu saja
Siapa tahu tetangga ingat kita, mak

Aduh mak, baunya!
Bila saja tetangga tahu kita bangun
Bisa jadi kita makan kakinya atau kepalanya, mak

Aduh mak, jika bapak ada!
Bapak bisa bawa ayam terus
Kita kita boleh makan besar seperti mereka ya, mak

Aduh mak, mereka makan!
Kenapa mereka tak tahu kalau kita lapar juga
Andai saja ada sisanya aku tunggu, mak

Aduh mak, kita tak diberi!
Lahap sekali tetangga makan
Kita tidak diberi barang sedikit walaupun sisa, mak!

Aduh mak, anjingnya ikut makan!
Kenapa ya tetangga lupa sama kita
Enak jadi anjing saja tidak akan kelaparan, mak!
aduh mak biar aku tunggu
biar saja bekasbekas anjing itu aku tunggu
barangkali anjing tetangga ingat sama kita mak

Aduh mak, aku tidak kuat!
Perutku jadi berbunyi dan liurku menetes
Kalau tetangga datang bangunkan aku, mak!

1996

Untuk lebih jelasnya isi Eksepsi tersebut dapat di download disini (click here) :

29 Januari 2009

 
Front Budaya Godong Kelor Indonesia - Wordpress Themes is proudly powered by WordPress and themed by Mukkamu Templates Novo Blogger